SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tewasnya, Madrim, warga Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akibat ditabrak tenaga kerja (Naker) proyek Banyuurip, Blok Cepu, tampaknya, tak membuat mereka jera.  Warga sekitar masih banyak menjumpai naker yang kebut-kebutan di jalan desa sekitar saat berangkat dan pulang kerja.
“Saya berharap kontraktor pelaksana EPC-1 PT Tripatra – Samsung dan EPC-5 PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri  untuk mengingatkan nakernya agar tidak ngebut saat melewati jalan desa,” kata Jaminah, warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam kepada suarabanyuurip.com, Senin (08/6/2015).
Menurut dia, kebut-kebutan di jalan desa sangat berbahaya karena jalan tersebut juga sering dipergunakan warga.
“Utamanya pagi saat anak berangkat sekolah dan sore hari saat warga hendak berangkat ke mushola atau Masjid sangat rawan kecelakaan,” jelasnya.
“Saya sendiri juga ketir-ketir kalau ada naker yang ngebut. Padahal, seharusnya bisa ngatur waktu. Kalau masuknya jam 6, jam 5 harus berangkat agar tidak tergesa-gesa takut ketinggalan. Saya sendiri aja berangkat kerja jam 5.15 sudah berangkat. Padahal, rumah saya dekat dengan lokasi proyek,” sambung salah satu naker yang tidak mau disebut namanya.(sam)