SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur telah mengusulkan pembangunan embung kepada pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pengairan setempat. Dengan adanya embung itu diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di wilayah setempat. Â
“Selain embung, saya juga mengusulkan normalisasi Sungai Bendo,†kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (9/6/2016).
Dia mengungkapkan, setelah pengajuan usulan itu beberapa waktu lalu tim dari Dinas Pengairan telah mengecek lokasi rencana pembangunan embung.
“Nanti akan memanfaatkan tanah kas desa. Tapi untuk luas lahannya belum bisa saya rincikan,†ucap Sukono.
Selain pembuatan embung, Pemdes Katur juga mengusulkan normasliasi Sungai Bendo untuk mengalirkan air ke embung. Diharapkan, dengan terealisasinya dua usulan itu akan mengatasi persoalan petani dalam mendapatkan air untuk pertanian mereka di musim kemarau.
Bahkan, untuk meningkatkan produksi pertanian, Pemdes Katur akan memanfaatkan 20 hektar tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya disewa untuk lahan tebu dialihkan sebagai lahan pertanian. Â
“Tahun ini kontraknya sudah habis, dan tidak akan saya perpanjang lagi,” tegas Ketua Paguyupan Kepala Desa se Kecamatan Gayam itu.
“Saya punya impian nantinya Katur punya lumbung padi, sehingga saat proyek Blok Cepu selesai warga tidak kaget lagi. Sebab mereka masih bisa memanfaatkan lahan pertanian yang ada,” pungkas Sukono.(sam)