SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tambal sulam jalan poros kecamatan Kalitidu – Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, disoal warga. Alasannya, tambal sulam yang sekarang ini sedang dikerjakan PT Dwi Agung, kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu, itu terkesan asal-asalan.
Menurut warga, tak semua lubang di badan jalan di tambal. Padahal masih banyak ditemui lubang di badan jalan.
“Ndandani kok angger wae. Nek ngene carana masak ya isa awet. Sediluk maneh ya mesti rusak,†kata Kamidin, warga setempat.
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan tak sebanding dengan tenaga kerja yang dikerahkan. Yang mana dalam perbaikan jalan itu melibatkan banyak tenaga kerja. Sehinga, dimungkinkan kebutuhan biaya yang seharusnya untuk pembelian material, lebih banyak untuk membayar tenaga kerja.
“Sampean isa ndelok dewe. Masak ndandani dalan ngunu wae, sing ngatur dalan kok akihmen,†kata Kamidin sambil menunjuk pekerja yang sedang mengerjakan perbaikan.
Tambal sulam jalan ini sepanjang sekira 4 kilo meter (KM), mulai wilayah Desa Katur, Kecamatan Gayam hingga tapak sumur (we’ll pad) A dan B Banyuurip.
“Karena anggaran kitauntuk membangun jalan ini terbatas. Apalagi antara survey dan pelaksanaannya berselang lama. Sehingga jalan yang dulunya belum berlubang sekarang sudah berlubang, dan itu tidak masuk dalam perbaikan,” sambung pengawas perbaikan jalan yang tak mau disebutkan namanya.(sam)