SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski berada di desa ring 1 lokasi Minyak dan Gas Bumi (Migas), namun angka anak putus sekolah masih tinggi. Realita ini ditemui di sejumlah desa ring 1 Migas di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Selain di sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu, ternyata banyak pula anak putus sekolah yang terjadi di sekitar lokasi ladang gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Diantaranya adalah di wilayah Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.
Data yang diperoleh Suarabanyuurip.com dari Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Tambakrejo menyebutkan, sedikitnya ada 487 orang anak putus sekolah. Mereka dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan sederajat.
Kepala UPTD Tambakrejo, M Syafuddin, mengatakan, jumlah total anak putus sekolah di wilayah Kecamatan Tambakrejo mencapai kurang lebih 487 orang. Jumlah tersebut mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA.
“Data itu ditemukan setelah kami melakukan validasi data untuk usia anak putus sekolah di wilayah Tambakrejo,” kata M Syafuddin kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan singkat, Jumat (12/6/2015).
Dia jelaskan, dari masing-masing lembaga pedidikan yang ada jumlah anak putus sekolah bervariatif. Namun, rata-rata jumlahnya di atas 50 orang anak yang putus sekolah. Sedangkan usia yang putus sekolah rata-rata di atas 19 tahun.
“Rincianya adalah SD sejumlah 56 orang, SMP sebnyak 172 orang, dan SMA sejumlah 259 orang anak yang putus sekolah,” jelasnya.
Ketika disinggung program apa saja yang disiapkan atau diberikan untuk mengatasi anak putus sekolah di wilayah kerjanya, Syafuddin belum memberikan jawaban secara pasti.
“Untuk data lengkapnya nanti saya infokan lagi, Mas. Karena, secara detail saya lupa jika tidak membuka datanya,” imbuhnya menjanjikan. (sam)