Empat Juta Nelayan Hidup Prasejahtera

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sebanyak 4 juta lebih nelayan di Indonesia sebagian besar hidupnya masih kurang menguntungkan karena kurangnya mendapat informasi yang dibutuhkan guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenfo) Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henri Subiakto, pada Forum Peningkatan Peran Media Komunitas dan Lokal Dalam Diseminasi Informasi Publik Bidang Kemaritiman oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo di Ruang Pertemuan Sabha Nirbawa, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (12/06/2015).

“Kami bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan untuk mendukung kemaritiman dan nelayan,” kata Hneri.

Dia mengungkapkan, saat ini Kemenkominfo tengah menyiapkan perangkat nelayan untuk mengetahui wilayah dengan populasi ikan yang banyak dan alat untuk mendeteksi cuaca yang menggunakan satelit dengan tenaga solar system.

“Kementerian Kominfo mempunyai tugas untuk mendukung dan mempercepat pembangunan di wilayah kemaritiman sebagaimana program yang dicanangkan Presiden Jokowi. Untuk itu kita akan membangun serta memberdayakan komunitas media yang berada di wilayah kemaritiman,” jelas dia.

Baca Juga :   Pasar Baru Tuban Kembali Terbakar

Pada kesempatan itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkapkan, Lamongan memiliki potensi besar untuk mendukung program Presiden Jokowi karena mempunyai panjang pantai 47 kilometer. Kemudian TPI Brondong yang bertaraf nasional, serta produksi ikan sebanyak 116.972,36 ton selama tahun 2014.

“Media mempunyai peran yang strategis sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi. Karena peningkatan pemakaian bandwit suatu daerah berkolerasi positif pada pertumbuhan ekonomi,” jelas Yuhronur Efendi.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *