SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Memasuki awal ramadan, pasar induk Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sepi pengunjung. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga 25 hari ke depan.
Legi Swasti (46), salah satu pedagang menuturkan, tiga hari memasuki bulan ramadan pasar Induk Cepu cenderung sepi.
“Sudah biasa seperti ini. Biasanya sampai 25 hari,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/6/2015).
Menurut dia, sepinya para pembeli di pasar induk ini salah satunya dipengaruhi sejumlah kenaikan bahan bahan pokok. Sejumlah bahan pokok yang saat ini mengalami kenaikan di antaranya  gula dan minyak goreng.
Legi Swasti mencontohkan, minyak goreng kemasan perkilo naik dari semula Rp 11 ribu menjadi Rp12 ribu, gula yang sebelumnya Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp12 ribu.
“Ini yang memengaruhi kunjungan pembeli,†ujar pedagang yang sudah 13 tahun berjualan sembako di Pasar Induk Cepu ini.
Sepinya pasar Induk Cepu pada awal ramdan ini sudah menjadi tradisi dan tak membuat kaget pedagang. Biasanya pasar induk kembali ramai pada H-5 lebaran Idul Fitri. Sebab banyak pembeli berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok untuk persiapan lebaran.
“Tiga hari memang selalu sepi, namun setelah itu akan ramai kembali,†sambung Darsih, pedagang sembako lainnya.(ams)