Kontras : Ada Upaya Suap dari Polisi

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya menilai, ada upaya suap yang dilakukan Polres Tuban kepada keluarga korban kekerasan yang masih di bawah umur.

Perwakilan Kontras Surabaya, Fatkhul Khoir, menyayangkan pernyataan Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arief Darmawan, ketika melakukan press rilis di Mapolres Tuban, Minggu (22/06/2015) kemarin, yang sempat menyatakan ada upaya pemerasan uang dari keluarga korban.

“Kapolres bilang keluarga korban meminta 50 juta rupiah kepada petugas supaya kasus ini berhenti,” kata Fatkhul Khoir, Senin (22/06/2015).

Tetapi faktanya, kata Fatkhul, SMS yang ditunjukkan Kapolres Tuban itu adalah jawaban dari keluarga korban, karena petugas kepolisian menawarkan damai supaya kasus ini tidak berlanjut.

“Jadi saat itu petugas menawarkan kasus ini berhenti, dan menawarkan uang kepada keluarga korban,” kata Fatkhul membeberkan alasan keberadaan SMS yang menyebut keluarga korban meminta sejumlah uang kepada petugas.

Kontras melihat, justru petugas kepolisian ada upaya untuk melakukan suap kepada keluarga korban. Supaya kasus ini tidak sampai berbuntut panjang.

Baca Juga :   Aliansi OMS Segel Ruang Komisi B

“Justru ada upaya suap kan? Yaitu petugas menawarkan kepada keluarga korban sesuatu supaya kasus ini berhenti,” tandasnya. “Tetapi setelah itu keluarga korban langsung tidak menanggapi adanya upaya damai supaya kasus ini berhenti,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kapolres Tuban menuding keluarga korban berupaya melakukan pemerasan kepada kepolisian supaya kasus ini berhenti. Saat itu Kapolres Tuban menunjukkan satu SMS dari keluarga korban.

“Ini semacam pengancaman dan pemerasan terhadap polisi,” kata Kapolres sambil menunjukkan SMS berisi permintaan Rp50 juta yang disebut dari keluarga korban. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *