Pantau Kenaikan Harga Sembako

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dislerindagkop dan UMKM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, inten melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat. Monitoring ini menyusul mulai meningkatnya harga bahan pokok selama bulan ramadhan.

“Dari hasil pemantauan, hampir semua barang dagangan mengalami kenaikan harga. Termasuk bahan pokok,” kata Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop dan UMKM Blora, Wagimin, Senin (22/6/2015).

Dia mengaku, dua kali dalam seminggu rutin melakukan monitoring harga di sejumlah pasar. “Utamanya pasar-pasar besar di Kabupaten Blora,” tegas Wagimin.

Meski ada kenaikan harga bahan pokok di pasaran, pemerintah belum menyiapkan langkah pengendalian harga melalui operasi pasar. Karena kenaikan harga masih dianggap wajar.

“Kami tidak ada operasi pasar. Hanya memberikan himbauan saja,” ucap Wagimin.

Meski demikian, Disperindagkop bersama pemerintah dan stakeholder yang dipimpin Dinas Kesehatan Kabupaten akan melakukan inspeksi mendadak untuk memeriksa kondisi bahan konsumsi.

“Jika ada bahan makanan mencurigakan, maka akan dibawa atau di sita untuk dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Baca Juga :   Trauma Motor Mogok Usai Isi Pertalite, Warga Bojonegoro Beralih Pertamax

Salah satu pedagang di pasar induk Cepu, Legi Suasti, mengungkapkan, harga bahan pokok rata-rata mengalami kenaikan. Di antaranya gula dan minyak goreng. Harga minyak goreng saset perkilogram naik dari semula Rp11 ribu menjadi Rp12 ribu.

“Gula juga naik dari sebelumnya Rp10 ribu per kilo menjadi Rp12 ribu,” ujar pedagang sembako ini.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *