SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Normalisasi Kali Putat yang melewati Kelurahan Cepu dan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dipertanyakaan warga setempat. Penyebabnya, dalam normalisasi ini pihak kontraktor pelaksana tak memasang papan proyek yang sedang dilakukan.
Akibatnya, warga sekitar bantaran Kali Putat tak mengetahui berepa panjang maupun lebar normalisasi yang dilakukan.
“Sayang, Mas, kita tidak tahu seberapa panjang yang dinormalisasi. Karena tidak ada papan proyek,” kata pria warga sekitar kali yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, seharusnya ada papan yang dipasang. Sehingga warga di bantaran kali bisa tahu dan ikut mengawasi pelaksanaan proyek.
“Berapa anggarannya, berapa panjangnya dan sampai kapan proyek itu diselesaikan, kami juga tak tahu” ucapnya sumber tadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum Wilayah II Cepu, Wirastomo Wisnu, juga mengaku belum mengetahui berapa anggaran yang digelontorkan maupun volume pekerjaan yang dilakukan serta sampai kapan proyek tersebut akan diselesaikan.
“Coba tak klarifikasi dulu dengan cipta karya dulu tentang data teknis pekerjaan ya, Mas,” kata Wisnu melalui pesan singkatnya.
Dia juga mengaku telah mengintruksikan kepada pelaksana proyek untuk memasang papan proyek. “Papan proyek belum terpasang, sudah saya intruksikan ke pelaksana segera memasang papan proyek,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh di lapangan, normalisasi Kali Putat telah dimulai beberapa waktu lalu. Normalisasi ini untuk mengurangi volume banjir yang terjadi setiap musim penghujan.
Kali Putat melewati taman seribu lampu Cepu yang memisahkan dua Kelurahan. Keluran Balun dan Kelurahan Cepu.
Sebelum dinormalisasi tiap turunnya hujan dengan intensitas tinggi, maka pemukiman yang berada di sekitarnya selalu kebanjiran. Karena badan sungai tak mampu menampung volume air akibat pendangkalan dan penyempitan.(ams)