SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyatakan produksi minyak Lapangan Banyuurip yang terletak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkat. Saat ini, produksinya telah mencapai lebih dari 80 ribu barel per hari (BPH).
“Jumlah ini akan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai puncak pada akhir tahun ini,†kata Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya saat buka puasa bersama media di salah satu restaurant di Bojonegoro, Selasa (23/6/2015).
Rexy juga menyampaikan, jika saat ini perkembangan proyek pengembangan produksi puncak Banyuurip telah mencapai lebih dari 97 persen. Proyek tersebut terbagi dalam lima paket pekerjaan rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC) Banyuurip. Â Â
“Kemajuan yang kita capai sekarang ini tidak lepas dari dukungan media selama ini. Baik melalui kritik maupun masukan untuk kami terus berbenah,†ujar mantan jurnalis salah satu media nasional itu.
Produksi Banyuurip tersebut berasal dari sejumlah sumur produksi yang berada di tapak sumur (Well Pad) A, B dan C Banyuurip. Minyak mentah itu sebagian dialirkan ke kilang mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU) di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, untuk diolah menjadi bahan bakar industri.
Sedangkan sebagiannya lagi dialirkan melalui pipa 20 inci sepanjang 95 kilo meter (KM) menuju tempat penampungan yang terapung di tengah laut Palang, Kabupaten Tuban, sebelum dikapalkan. Â Produksi puncak Banyuurip 165 ribu barel per hari (bph) ini nantinya berasal dari 48 sumur. Rinciannya, 36 sumur produksi, dan 12 sisanya adalah sumur injeksi.(rien)