SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur meminta tim appraisal, segera musyawarah harga dengan pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk proyek Unitisasi Ladang Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB). Â
Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu, mengatakan, sampai saat ini belum dilakukan musyawarah dengan warga pemilik lahan untuk membahas harga tanah per meternya.
“Hingga saat ini belum ada kabar lagi, Mas. Karena itu tim apprasial yang menangani tentang pembebasan lahan J-TB untuk segera melakukan penentuan harga kepada warga yang lahannya akan terkena pembebasan,” kata Nunuk Sri Rahayu kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (24/6/2015).
Adanya penentuan harga secepatnya, kata Nunuk, bertujuan untuk member kejelasan kepada warga. Sehingga, pemilik lahan juga bisa terang tidak selalu berandai-andai.
“Untuk lahan yang akan terkena pembebasan sementara masih tetap belum ada penambahan, yaitu totalnya 49 bidang dengan 49 pemilik. Mungkin luasnya berkisar empat hektaran, Mas,” jelas Nunuk.
Diberitakan sebelumnya, bahwa PEPC merencanakan bakal memulai pengerjaan proyek J-TB pada kisaran bulan Agustur 2015 mendatang. Dengan pengerjaan awal dimulai persiapan pembanguan jalan. Lain itu, untuk kepentingan Proyek Unitisasi Gas J-TB yang di operator Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) bakal membebaskan lahan sekitar 143 hektar. (sam)