PT Tripatra Tunggu Hasil BPOM

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, telah mengambil sampel makanan lalu dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya.

Hal itu dilakukan pasca terjadinya insiden keracunan yang dialami oleh 60 karyawan, setelah menyantap makanan dari jasa katering mitra PT Tripatra,  hari Sabtu (20/6/2015) lalu.

Community Affairs and Manager PT Tripatra, Budi Karyawan, mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap 60 karyawan yang keracunan belum ada keterangan medis yang dikeluarkan oleh dokter secara resmi.

“Penyebabnya belum dipastikan, karena dokter yang merawat juga belum berani bilang,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (24/6/2015) melalui sambungan telephone.

Pihaknya mengatakan, penyebab keracunan hingga kini masih belum terbukti secara medis. Sehingga, masih menunggu hasil dari BPOM sekira satu minggu ke depan.

Budi mengatakan, permasalahan yang kini tengah dihadapi adalah adanya dua perusahaan katering yang pada saat itu menyuplai 900 bungkus makanan. Diantaranya, katering Prikistana dari Desa Brabowan, dan katering Jaya Perdana dari Dusun Clangap, Desa Sumengko.

Baca Juga :   Satu Keluarga Tewas Dihantam Herina

“Dari 900 bungkus makanan itu dibagi dua, satu 400 bungkus, satunya 500 bungkus. Nah, kalau ada tuduhan yang mana penyebabnya kita terus terang tidak tahu sama sekali,” imbuhnya.

Dia menyatakan, selama ini PT Tripatra selalu melakukan inspeksi satu minggu sekali kepada 16 perusahaan katering yang menjadi mitra kerja selama ini. Inspeksi itu ditujukan untuk mengecek kebersihan dan tingkat higienitas makanan yang dimasak. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *