SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Beberapa tembok pada bagian penyangga jembatan Padangan-Kasiman mulai dipenuhi coretan berwarna berbentuk gambar atau biasa disebut vandalisme. Padahal jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo itu belum diresmikan.
Warga desa setempat, Setyawan, mengungkapkan, kondisi tersebut sangat mengurangi keindahan jembatan. Dia menduga aksi itu dilakukan para pemuda sekitar pada sore hari menjelang Magrib.
“Karena kalau malam sangat gelap,” ucapnya kepada suarabanyuurip.com.
Warga Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Yunanik, menambahkan, vandalisme itu bukan tindakan yang baik karena merugikan kepentingan umum.
Dia berharap pihak yang berwenang segera melakukan pengecetan ulang agar coretan tersebut hilang. Terlebih jembatan belum diresmikan.
“Semoga tidak ada corat-coret lagi,” harapnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Padangan, Edi Prasetya, mengaku belum mengetahui adanya coretan tersebut. Dia juga tidak bisa menebak siapa pelaku vandalis lantaran belum melakukan pengecekan ke lokasi.
“Akan segera kita cek, ini sangat mengganggu keindahan,” tegasnya.
Selain itu, pagar pembatas rel ganda kereta api dengan jalan raya Bojonegoro-Cepu, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan juga penuh coretan tak mendidik. Namun, sejauh ini belum ada upaya pencegahan maupun pengawasan dari instansi yang berwenang.(roz)