SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), untuk serius dalam memberikan Program Kegiatan Penunjang Operasi (PKPO).
Kepala Desa Brabowan, Sukiran, menegaskan, program pemberdayaan yang selama ini diberikan ke masyarakat dengan menggandeng mitra dinilai muspro atau percuma.
“Selama ini yang dapat program pasti personilnya ya itu-itu saja, hasilnya juga tidak ada,” ujarnya kepada Suarabanyuurip, Jumat (27/6/2015), melalui sambungan telephone.
Dia menyampaikan, seperti program peternakan yang digalakkan saat ini, sebagian besar warganya tidak diikutkan sama sekali. Selain menimbulkan kecemburuan sosial, juga berpotensi konflik.
“Apa gunanya menggandeng mitra? Harusnya punya cara bagaimana biar merata. Masa kasih pendampingan yang dapat orangnya sama,” tandasnya.
Sukiran berharap, program yang diberikan ke masyarakat bisa merata, berimbang, dan berkesinambungan. Apabila program pemberdayaan dinilai gagal, lebih baik ditujukan pada bantuan fisik.
“Kami butuh air bersih dari PDAM, mereka kan bisa membuatkan pipa. Atau membangunkan TPT,” pungkasnya. (rien)