SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tenaga kerja (Naker) proyek engineering, procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan makanan katering yang mereka terima. Daging ayam dalam katering telah basi, bahkan mengeluarkan ulat.
Makanan tak layak konsumsi itu diketahui pekerja, Sabtu (27/6/2015) kemarin. Makanan tersebut untuk jatah buka puasa para naker.
“Untung saya tahu jadi belum saya makan. Makanan itu langsung kami kembalikan lagi dan melaporkannya ke Mandor biar disampaikan ke perusahaan,” kata sumber yang meminta namanya tak disebutkan kepada suarabanyuurip.com, Senin (29/6/2015).
Sumber itu mengaku, tidak semua makanan yang diberikan kepada naker tak layak konsumsi. Sebagian kondisinya bagus karena penyuplai makanan ini bukan hanya satu orang. Para penyedia katering itu, kata dia, adalah warga sekitar proyek.
“Kalau caranya seperti ini ya berbahaya bagi kesehatan naker. Kita bisa keracunan dan tidak bisa bekerja,” keluh warga desa ring satu Banyuurip itu.
Menurut dia, jika masalah ini terus dibiarkan bukan hanya pekerja yang dirugikan, melainkan Tripatra juga. Sebab selama ini Tripatra telah memberi peluang kepada warga sekitar sebagai penyedia jasa katering namun kepercayaan itu disalahgunakan.
“Tripatra harus bersikap tegas untuk mengambil tindakan. Jangan sampai ada naker yang keracunan lagi gara-gara makanan,†saran sumber itu.
Kabar beredarnya katering makanan tak layak konsumsi itu ditanggapi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Tambang, Parmo. Dia menyarankan, agar Tripatra segera mengambil tindakan tegas dan mencari solusi agar permasalahan itu tidak terulang lagi.
“Karena yang dirugikan pekerja. Bisa membahayakan kesehatan mereka,†sambung warga Desa Brabowan, Kacamatan Gayam itu.Â
Sementara itu, Juru Bicara Tripatra, Budi Karyawan masih berupaya dikonfirmasi mengenai masalah tersebut. (sam)