SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, akan mendirikan empat belas pos pantau lebaran di sepanjang jalur utama di wilayahnya pada perayaan Hari Raya Idul Fitri. Belasan pos itu akan terbagi menjadi dua, yaitu 10 pos pantau dan empat pos pengamanan. Seluruh pos itu akan diisi kurang lebih 250 personil gabungan di Bojonegoro.
“Seperti pada tahun sebelumnya, setiap mau lebaran dinamika masyarakat berubah, masyarakat akan mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutuhan lebaran. Sehingga pendirian pos-pos itu penting, selain untuk melancarkan arus lalun lintas, juga untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, Selasa (30/6/2015).
Kapolres menjelaskan, pengoperasian pos-pos tersebut akan dimulai pada H-9 lebaran dan berakhir H+7 lebaran. Sepuluh pos pantau itu akan didirikan di pinggir jalan raya mulai Kecamatan Baureno hingga Ngraho. Sedangkan empat pos pengamanan akan dibangun di Kecamatan Baureno, Sumberejo, Kota Bojonegoro dan Kalitidu.
“Dalam setiap pos pantau akan ditempatkan empat sampai lima personil. Sedangkan pos pengamanan sekitar 10 sampai 15 personil,” kata Henri.
Pada lebaran kali ini, anggota kepolisian utamanya mewaspadai adanya ancaman terorisme yang kemungkinan akan melakukan pengeboman di tempat-tempat tertentu. Oleh karena itu, Polres Bojonegoro juga sudah mempersiapkan tim khusus yang akan mengantisipasi hal itu.
“Dalam pengamanan lebaran ini kita juga bekerja sama dengan Brimob, TNI, Dishub dan seluruh instansi terkait yang kita perlukan,” tandas Henri.
Selain ancaman terorisme, Polres juga mewaspadai adanya premanisme, curat, curanmor, curas dan tawuran antar kelompok perguruan silat di Bojonegoro. Menurut Henri, aktifitas masyarakat yang akan melakukan belanja maupun tukar uang di Bank kemungkinan akan diganggu oleh para pelaku curas dan curat. Sehingga, timsus juga akan melakukan pengamanan di setiap toko-toko besar, perbankan, pasar dan supermarket.
“Situasi ketertiban masyarakat pada tahun 2014 menurun jika dibanding tahun 2013. Mudah-mudahan tahun ini menurun lagi bahkan kondusif, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan lebaran,” ujarnya.
Pendirian empat belas pos pengamanan itu dalam rangka operasi ketupat 2015 yang akan dimulai H-15 lebaran hingga H-10 lebaran. Data dari Polres Bojonegoro hasil operasi ketupat tahun 2014 angka kecelakaan di Kota Ledre juga menurun dibanding tahun 2013.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Bojonegoro, AKP Suhartono, mengatakan, selain fokus pengamanan di jalur darat, Polres Bojonegoro juga akan melakukan pengamanan di jalur air, yakni di beberapa penyeberangan perahu tambang di Sungai Bengawan Solo. Di penyebrangan itu, pada saat lebaran juga ramai dilalui warga, baik warga Tuban yang akan ke Bojonegoro juga sebaliknya. Sehingga dengan adanya anggota kepolisian di lokasi diharapkan dapat memberikan arahan kepada driver untuk tidak memuat penumpang melebihi muatan.
“Mulai tahun ini akan kita tempatkan personil yang akan melakukan pengamanan di setiap titik penyebrangan Bengawan Solo. Karena untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya. (roz)