SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku belum tahu secara persis kapan proyek Ladang Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) akan mulai dioperasikan. Sampai saat ini operator proyek unitisasi lapangan gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum ada yang berkoordinasi.
Camat Ngasem, Suwignyo, mengaku, sejak selesai melakukan proses awal pembebasan lahan beberapa waktu lalu hingga saat ini, PEPC maupun tim pengadaan lahan belum ada yang melakukan koordinasi.
“Sampai saat ini belum ada pihak PEPC yang berkoordinasi lagi kepada kami. Jadi, kami tidak tahu secara jelas kapan proyek J-TB akan dimulai, Mas,” kata Suwignyo saat ditemui suarabanyuurip.com di ruang kerjanya, Rabu (01/7/2015).
Namun demikian, kata Suwignyo, beredar kabar bahwa PEPC akan memulai aktifitasnya di J-TB sudah didengarnya. “Saya dengar informasi itu bulan April 2016 mendatang Gas J-TB akan dimulai. Tapi, benar dan tidaknya saya juga tidak tahu persis,” jelasnya.
Diharapkan, jika beredaarnya iformasi tersebut benar adanya. Maka pihak PEPC untuk segera berkkoordinasi. Sehingga, dalam menjalankan aktifitasnya nanti tidak ada kesejangan diantara kedua belah pihak.
“Saya berharap koordinasi yang baik perlu segera dilakukan oleh PEPC. Agar, tidak ada kesenjangan diantara kami. Lain itu, jika ada apa-apa kami juga tau ya. Jangan ada masalah baru koordinasi kan gak baik,” pungkas mantan Camat Bubulan, Bojonegoro tersebut.
Perlu diketahui, bahwa lokasi sumur Gas Jambaran berada di wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Sedangkan, untuk Tiung Biru berada di wilayah Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. (sam)