SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, mengaku kesulitan mengolah air baku yang berasal dari Sungai Bengawan Solo saat musim kemarau dibanding saat musim penghujan. Alasanya, saat musim kemarau meskipun air tampak bersih, namun air tersebut disinyalir penuh dengan limbah pabrik yang sulit dibersihkan.
Direktur PDAM Blora, Eko Budi Restiwan, menjelaskan, operasional pengolahan air terutama pada pengadaan bahan kimia. Sebab ada indikasi limbah, dari hulu sungai bengawan solo.
“Sehingga sulit untuk diolah. Ini adalah tantangan buat kami,” kata dia.
Dirinya mengaku, pengolahan air dari Sungai Bengawan Solo jauh lebih mudah saat musim penghujan dibanding musim kemarau. Karena lanjut Eko, pada musim penghujan debit air tinggi dan keruhya air disebabkan oleh lumpur.
“Kalau musim hujan limbah yang berasal dari hulu langsung dibawa arus air. Tapi kalau seperti saat ini, limbah sulit terbawa arus karena debit air menurun,” ujarnya.
Eko pun tidak memungkiri jika banyak pelanggan PDAM yang berada di sekitar Bengawan Solo, utama di wilayah Cepu mengeluhkan kualitas air yang kurang bagus pada musim kemarau seperti ini.
“Airnya tampak keruh,” ucapnya.Â
Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian warga Cepu mengeluhkan kualitas Air PDAM Cabang Cepu. Supono (53), ketua Rt 05/ 14, Kelurahan Balun, mengatakan jika kualitas air PDAM jelek. Dia menilai, jika jeleknya kwalitas air itu dikarenakan obat yang digunakan tak bisa menjernihkan.
“Air PDAM dengan air teh, lebih bening air teh,” tuturnya.(ams)