KPH Bojonegoro Bentuk Satgas Damkar

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kemarau yang terjadi tahun ini diprediksi lebih panjang, sehingga potensi kekeringan dan kebakaran, termasuk kebakaran hutan kemungkinan akan terjadi. Guna mengantisipasi adanya kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KHP) setempat telah membentuk satuan petugas (satgas) pemadam kebakaran (damkar).

“Satgas terdiri dari anggota Polhutmobil, Asper dan Polhuter. Selain bertugas menjaga kayu, juga kita tugaskan memadamkan api apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan,” ujar Humas KPH Bojonegoro, Markum, Rabu (1/7/2015).

Dia menjelaskan, KPH Bojonegoro membawahi 13 wilayah Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) yang tersebar di Kecamatan Dander, Bubulan, Temayang, Gondang, Kedungadem, Sugihwaras dan Ngasem. Dalam satu BKPH akan ditempatkan antara 10 sampai 13 petugas.

“Satgas itu juga kita minta untuk melakukan babat jalur atau membersihkan serasah daun jati dan tumbuhan di bawah pohon jati yang sudah kering, sehingga apabila terjadi kebakaran kita perkirakan tidak terlalu parah,” imbuhnya.

Menurut Markum, kebakaran hutan yang selalu terjadi setiap tahun itu karena adanya unsur kesengajaan oleh tangan usil manusia, khususnya dilakukan oleh anak-anak remaja yang sedang melintas maupun sedang bermain di dalam hutan.

Baca Juga :   Sholat Istisqo Usai Upacara Sumpah Pemuda

“Karena selama ini kebanyakan api muncul dari pinggir jalan raya,” katanya.

Saat ini, kata Markum, daun jati di wilayah BKPH Bojonegoro sudah mulai mengering dan jatuh. Selain itu tumbuh-tumbuhan di bawah pohon juga sudah mulai mati dan mengering sehingga kebakaran hutan di BKPH Bojonegoro rawan terjadi.

Sesuai catatan Perhutani KPH Bojonegoro, pada tahun 2014 lalu, lahan seluas 190,6 hektare (ha) terbakar. Dalam kebakaran hutan itu kerugian yang dialami KPH Bojonegoro senilai Rp 544.725.000.00.

“Selain mengalami kerugian, beberapa jenis hewan di hutan kami seperti Rusa, Kera, Ular phiton, Merak dan Tupai juga kehilangan habibat. Mudah-mudahan ya tidak terjadi kebakaran,” pungkas Markum.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *