SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kebakaran mengancam wilayah hutan Kabupaten Tuban memasuki musim kemarau. Kali ini kebakaran terjadi dikawasan Hutan Menjalin, warga menyebut Alas Njalin, di Dusun Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Pantauan di lokasi, lahan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektar. Merupakan lahan hutan jati dengan usia 10 sampai 20 tahun.
Api dengan mudah menjalar lantaran banyaknya daun dan ranting kering. Ditambah angin yang terkadang berhembus kencang di hutan ini.
Kebakaran ini selain dikhawatirkan merusak ekosistem yang ada di dalam hutan, juga dikhawatirkan mengganggu aktivitas pengendara di Jalur Pantura. Hal ini dikarenakan kawasan hutan ini berada tepat di pinggir Jalur Pantura.
“Asapnya sampai ke jalan raya,†kata Ali (32), pengendara motor asal Kabupaten Bojonegoro yang kebetulan melintas, Jumat (03/07/2015).
Ali mengatakan, jarak antara hutan dengan lahan hutan terbakar cukup dekat. Tidak lebih dari 4 meter dari badan jalan. Motor ataupun mobil yang melintas di jalan ini terpaksa mengurangi kecepatan kendaraan, karena kabut tebal cukup mengganggu pandangan mata.
Petugas Perhutani yang ada di lokasi, Sutiyono, mengatakan, lahan yang terbakar merupakan Petak 79 dan Petak 80, masuk di Resort Pemangku Hutan (RPH) Pakah, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Tuban.
“Kebakaran ada di Petak 79 dan Petak 80,†kata Sutiyono.
Sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui sumber api. Petugas yang ada di lapangan selalu melakukan pemadaman setiap muncul api di tengah hutan, hanya saja karena peralatan yang terbatas menjadikan pemadaman cukup sulit dilakukan dan api mudah menyebar.
“Kita selalu lakukan pemadaman meski dengan peralatan yang sederhana,†jelas Sutiyono. (edp)