Kepadatan Lalin Mudik Diperkirakan Malam Hari

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Pengendara kendaraan bermotor di Lamongan diminta mencermati dan berhati-hati saat jam-jam puncak arus lalu lintas saat mudik nanti. Berdasarkan data arus mudik tahun lalu, puncak arus lalu lintas terjadi di atas jam 19.00 WIB.

Data dari Dinas Perhubungan Lamongan menyebutkan, tahun lalu puncak arus lalu lintas mudik mulai terjadi seusai jam 18.00 WIB. “Tahun lalu, peningkatan arus kendaraan terjadi setelah jam 18.00 dengan rata-rata kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas mencapai 2.608 unit,“ ujar Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Bambang Hadjar Purwono, melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo kepada SuaraBanyuurip.com Jumat (3/7/2015)

Sedangkan arus lalu lintas paling lengang, lanjut dia, tahun lalu terjadi saat pagi hari di antara jam 7 hingga jam 8. Di jam-jam tersebut, rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 4.954 unit. Arus lalu lintas kemudian semakin meningkat di antara jam 12 hingga jam 1 siang dengan rata-rata yang melintas 4.954 unit.

Dinas Perhubungan sendiri memperkirakan, arus mudik mulai terjadi mulai 10 Juli hingga 16 Juli dan arus balik diperkirakan  mulai 19 Juli hingga 25 Juli.

Baca Juga :   Waspadai Petugas Sensus Gadungan

“Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi agar memperhatikan stamina dan kesehatannya. Manfaatkan area peristirahatan yang tersedia di sepanjang jalan nasional Lamongan-Babat, seperti di Stadion Surajaya Lamongan, “ pesan dia.

Pemudik juga diminta mewaspadai perlintasan kereta api, terutama yang tidak ada palang dan petugasnya. Dari sejumlah 37 perlintas kereta api di Lamongan, 5 perlintasan diantaranya sudah berpalang. Yakni di Desa Pandanpancur, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan, Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Babat-Jombang.

Ada juga 5 perlintasan lainnya yang tidak berpalang tetapi memiliki penjaga. Yakni di Desa deketwetan, Deketkulon, Dapur, di Jalan Pahlawan dan di Sukodadi. Beberapa perlintasan lainnya yang menuju pedesaan ada yang dijaga relawan, namun yang melintasi persawahan biasanya tanpa ada penjaga.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *