SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Peristiwa keracunan tenaga kerja (naker) proyek Engineering Procuremen and Construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur yang diduga akibat makanan katering disikapi aktifis lokal dari Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip Jambaran (Forkomas Baja).
Ketua Forkomas Baja, Parmani, menyayangkan, adanya kasus keracunan yang menimpa naker beberapa waktu lalu, dan diduga habis makan jatah katering tersebut. Hal itu menunjukan bahwa penyuplai katering kurang memperhatikan kesehatan makanan secara serius.
“Saya mendukung langkah serius yang diambil perusahan dan pihak kepolisian melakukan uji laboratorium masalah itu. Agar kwalitas katering yang dikirimkan kepada naker bisa terjaga baik, dan benar-benar layak dimakan. Sehingga, kejadian yang sama tidak terulang,” kata Parmani kepada Suarabanyuurip.com, selasa (7/7/2015).
Dia jelaskan, saat ini eranya sudah harus profesional tidak hanya era ecek-ecek. Sekalipun warga lokal yang menjadi penyuplai katering. “Kalau hasil uji leb dinyatakan positif makanannya tidak layak makan, saya salut jika penyuplai kateringnya dihentikan total untuk diganti penyuplai lain,” ungkap warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini.
Diharapkan, disisi lain perusahaan juga tetap memperhatikan warga lokal-lokal dalam mengganti penyuplai kateringnya. Agar, pemberdayaan warga sekitar proyek tetap terjaga.
“Saya minta jika ada pergantian jangan lantas diberikan warga luar desa sekitar proyek. Tetapi, harus diberikan warga sekitar. Karena, warga lokal-lokal juga masih banyak yang mampu dan lebih baik untuk menyuplai katering,” imbuhnya. (sam)