Naker Banyuurip Terus Berkurang

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Jumlah tenaga kerja (Naker) di proyek migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berkurang. Berkurangnya jumlah naker itu dikarenakan kontrak mereka telah habis seiring akan rampungnya proyek tersebut.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, menyatakan pada akhir bulan Juni lalu pihaknya baru menerima laporan pengurangan tenaga kerja dari tenaga sekurity.

“Dari PT.Nakawara telah berhenti 100 orang,” kata Kepala Disnakertransos, Adie Wijtaksono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/7/2015).

Dia menjelaskan, pengurangan tersebut bukan berarti merupakan penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), namun memang hampir sebagian besar kontrak kerja para pekerja proyek di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu telah habis.

“Bukan dihentikan secara sengaja atau di PHK, tapi kontrak kerja mereka memang sudah selesai,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk jumlah tenaga kerja di proyek engineering, procurement and constructions (EPC) -1 Banyuurip, saat ini masih sekitar 7000 pekerja. Jumlah tersebut baru bertambah karena menyesuaikan kondisi dan kebutuhan kerja dilapangan.

Baca Juga :   Tak Jamin dapat Pekerjakan Naker Lokal

“Sempat berkurang terus tambah lagi menjadi,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pekerja di lingkup proyek EPC-5, Adi menyebut terdapat sekitar 6000 pekerja. Selain di proyek Banyuurip, dia membenarkan pengurangan tenaga kerja di Lapangan Kedung Keris (KDK) karena habisnya masa kontrak kerja mereka.

“Di sana juga sama,” ucapnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *