SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Dinas Pertanian Perkebunan Perikanan Dan Peternakan (Dintanbunanikan) Blora, Jawa Tengah mengaku resah dengan datangnya musim kemarau yang berpengaruh terhadap lahan pertanian produktif.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dintanbunanikan Blora, Ngaliman, mengatakan, data per 16 Juni 2015, total luas kekeringan sawah di Blora mencapai 3.496 hektar (Ha). Jumlah tersebut meliputi kekeringan ringan 1.916 Ha, sedang 1042 Ha, berat 478 Ha dan puso seluas 60 Ha.
“Padahal Iuas tanaman MT 2 total 28. 727 hektar,†kata dia melalui pesan singkat yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/7/2015).
Dengan kondisi tersebut, pihaknya menghimbau agar daerah yang dekat sungai mengusahakan pemanfaatan bantuan pompa. “Untuk daerah rawan kekeringan telah diusulkan bantuan pompa ke pemerintah pusat,†ujar Ngaliman.
Sedangkan, untuk daerah jauh dari sungai, selain memaksimalkan jaringan irigasi air, pihaknya juga akan membangun Cekdam atau bendungan dalam waktu dekat ini.
“Iya masih rencana, sekitar 4 bendung kecil dengan nilainya sekitar 2 milyar,†pungkas Ngaliman.(ams)