SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dinding obyek wisata Goa Ngerong di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur runtuh. Diperkirakan runtuhnya dinding goa berada pada titik 250 meter dari mulut goa.
Pada kedalaman sama, dinding-dinding goa juga dikabarkan mengalami retak. Selama ini, Goa Ngerong memang terkenal sebagai goa wisata dengan jutaan kelelawar, dan sungai bawah tanahnya.
“Sekitar kedalaman 250 meter yang mengalami runtuh,†jelas Kapolsek Rengel, AKP Musa Bachtiar, ketika dikonfirmasi, Rabu (08/07/2015).
Reruntuhan Goa berupa batu dan kerikil kecil ini sempat mengotori sungai bawah tanah setempat. Material reruntuhan goa yang dibersihkan warga dan petugas dari Polsek Rengel mencapai 3 truk.
Keretakan dinding Goa Ngerong sampai pada kedalaman 500 meter. Warga khawatir kondisi ini semakin parah, dan menyebabkan salah satu situs wisata andalan ini runtuh sepenuhnya.
Sementara ini, warga menduga runtuhnya dinding goa akibat penambangan batu kumbung yang ada di wilayah bagian atas goa. Warga sekitar goa pun meminta supaya penambangan batu mekanik ini dihentikan. Meskipun penambangan dilakukan di lahan milik mereka tersendiri.
“Kami sudah meminta penambangan batu kumbung dihentikan setelah melakukan rapat dengan Forpimka, meskipun itu dilakukan di lahan sendiri tetapi mereka tidak mempunyai ijin operasional,†kata Musa.
“Penambang mau menghentikan aktivitas mereka, tetapi meminta kepada Forpimka untuk memperhatikan nasib mereka setelah tidak menambang,†tandasnya. (edp)