Insentif Sopir Proyek EPC-1 Dipotong

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sejumlah driver (sopir) proyek engineering procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan pemotongan insentif yang mereka terima. Pemotongan ini  dilakukan oknum mandor transport EPC-1 Banyuurip.

Salah satu driver dump truk yang tidak mau disebut namanya, menyayangkan, prilaku oknum mandor transport proyek EPC-1 yang telah melakukan pemotongan insentif yang diberikan PT Tripatra, kontraktor pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip kepada driver, Selasa (7/7/2015) kemarin.

“Saya sendiri juga pihak yang dipotong. Insentif yang saya terima sebesar Rp600.000, dan dipotong Rp50.000. Sedangkan jumlah ptongan setiap sopir bervariatif” kata sumber tersebut kepada suarabanyuurip.com, Rabu (8/7/2015).

Dia menjelaskan, pemotongan itu tidak hanya dilakukan pada sopir dump truk. Melainkan kepada sopir bus, dan mobil Elf 300. Dengan jumlah total sopir yang ada lebih dari 50 orang.

“Sekarang tinggal mengalikan saja. Kalau rata-rata minimal Rp50.000 per sopir totalnya kan lebih dari Rp1 juta,” jelas sumber yang dapat dipercaya tersebut.

Baca Juga :   417 Desa di Bojonegoro Sudah Cairkan Dana Desa Tahap Satu

Dia berharap ada langkah dari Tripatra untuk segera menyelesaikan masalah ini. Sebab upaya baik yang sudah dilakukan Tripatra untuk member insentif kepada sopir telah diciderai oleh oleh oknum mandor trasportnya.

“Saya berharap Tripatra segera mengambil tindakan tegas kepada mandor tranport yang berinisial D dan Y asal Bojonegoro tersebut. Agar prilakunya tidak mengulangi kembali,” harapnya.

“Kemarin driver-driver sudah ramai protes. Kemudian oknum mandor transport mengancam jika tidak mau memberikan maka kedepan tidak akan mau menguruskan insentivnya, dan bahkam mengancam mau mengeluarkan dari pekerjaannya sebagai driver jika tidak mau dipotong,” sambung driver bus yang juga tidak mau disebut namanya.

Juru bicara PT Tripatra, Budi Karyawan, meminta kepada driver yang merasa insentifnya dipotong untuk segera melaporkan ke pihak Tripatra.

“Bagi driver yang dipotong insentifya segera melaporkan ke saya,” saran Budi Karyawan melalui pesan pendek.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *