SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Â Produksi garam di Lamongan, Jawa Timur, tahun ini diperkirakan akan memiliki kualitas baik, rata-rata K1. Itu dikarenakan kondisi cuaca yang cukup mendukung dan digunakannya media isolator dalam proses produksinya.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan, Suyatmoko melalui Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo, saat ini petani garam sudah mulai melakukan persiapan produksi. Karena bulan lalu masih terjadi hujan beberapa kali.
“Petani garam sudah mulai melakukan persiapan produksi dengan memasang media geoisolator. Dengan penggunaan media geisolator ini, kualitas produksi yang dihasilkan adalah garam dengan standar baku konsumsi,†kata dia.
Sugeng mengungkapkan, dengan produksi secara manual, kualitas garam agak kusam dan kotor. Namun dengan menggunakan media geoisolator, kualitas garam akan lebih baik sehingga berpengaruh pada peningkatan harga jual.
Garam kualitas baik, atau K1, kata dia, harga jualnya sekarang berkisar antara Rp 500-Rp 700 perkilogram. Sedangkan garam dengan kualitas K2 harganya hanya berkisar Rp 350 perkilogram.
Menurut Sugeng, untuk membantu petani garam, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan tahun ini memberikan bantuan media geoisolator untuk 20 persen dari total lahan garam yang ada. Harapannya, akan bisa memotivasi petani untuk tetap mau memproduksi garam.
“Sesuai harapan Bapak Bupati (Fadeli) agar petani garam juga mendapatkan perhatian sehingga kesejaheteraannya meningkat,†katanya.
Selama ini ada kecenderungan alih lahan pertanian garam untuk perikanan. Tahun ini Dinas Perikanan dan Kelautan menyebutkan lahan pertanian garam berkurang menjadi 298 ha dari lahan tahun 2014 yang mencapai 352 ha.
Berkurangnya lahan garam di Lamongan itu membuat Dinas Perikanan dan Kelautan menargetkan produksi tahun ini bisa tercapai 30 ribu ton. Sedangkan tahun lalu dari luas lahan 352 ha, produksinya mencapai 32.152 ton.
Sedangkan produksi garam terendah tercatat di 2013 lalu hanya mencapai 10.900 ton akibat musim hujan yang berlangsung cukup lama. Di Lamongan, areal pertanian garam semuanya berada di Kecamatan Brondong. Yakni di Desa Lohgung, Labuhan, Sedayulawas, Brengkok dan Sidomukti.(tok)