SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Â Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, progres unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) saat ini dalam tahap revisi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Target operasional untuk gas J-TB adalah tahun 2018 mendatang,” ujar Menteri ESDM, Sudirman Said, kepada Suarabanyuurip.com usai menyerahkan secara simbolis Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Proyek Banyuurip di ruang Angling Dharma, Jumat (11/7/2015) kemarin.
Disinggung terkait negosiasi harga gas terhadap pembeli, Sudirman nampak enggan menyebutkan nilainya. Namun, yang jelas, gas tersebut dimanfaatkan untuk pabrik pupuk PT Pupuk Kujang serta suplai listrik.
“Kalau harga masih nego, belum bisa ditetapkan tapi yang jelas relatif ya,” sergahnya.
Pihaknya juga berharap, pengembangan unitisasi J-TB ini segera dimulai dan terlaksana sesegera mungkin. Setelah Plant of Development (PoD) jadi, maka proses tender untuk kontraktor mana yang akan dibangun segera dilakukan. Â
“Saat ini, gambar awal untuk engineeringnya sudah selesai. Setelah disepakati bersama, baru dilaksanakan prosedur lainnya,”lanjutnya. (rien)