Antisipasi Kemacetan Bojonegoro – Padangan

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro –  Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, mulai meningkatkan pengamanan di 13 titik rawan kemacetan lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah. Salah satunya di jalur Bojonegoro – Padangan yang mulai mengalami peningkatan arus lalu lintas pada H-4 lebaran.

Dari pantauan menyebut, ada sekitar tiga belas titik rawan kemacetan di jalur sepanjang sekira 35 kilo meter (Km) tersebut. Yani mulai pertigaan Ringinrejo, Kalipang, Leran, Perempatan Ngujo, Pasar Pungpungan, Pasar Desa Kalitidu, Pertigaan Kalitidu, Ringin Kembar, Perempatan Clangap, Kecamatan Kalitidu.

Pertigaan Tenggor, Pertigaan di desa Sudu, Kecamatan Gayam, Pertigaan Tobo Purwosari, Kecamatan Purwosari dan Pertigaan masuk Pasar Hewan Baru dan Perempatan pasar Desa Baru, Kecamatan Padangan.

Di tempat-tempat itu, sejumlah petugas di siagakan untuk mengatur lalu lintas agar tidak sampai terjadi kemacetan.

Seorang warga Kalitidu, Noer Kholis, mengatakan, arus mudik lebaran sudah mulai terlihat pada H-4 lebaran. Hal itu terlihat dari meningkatnya arus lalu lintas baik roda dua maupun empat.

Baca Juga :   Wabup Bojonegoro Nurul Bela Sungkawa dan Santuni Korban Kecelakaan Tawangmangu

“Di bandingkan tahun lalu, tahun ini jajaran Polres Bojonegoro lebih sigap dan cepat mengantisipasi arus mudik yang mulai meningkat. Seperti pertigaan Kalitidu hingga pasar Desa Kalitidu dijaga oleh pihak Kepolisian untuk mengatur arus lalu-lintas, dan diberi pembatas jalan juga. Kalau tahun lalu tidak cuman Patroli biasa,” kata Noer Kholis ditemui di sekitar pertigaan Kalitidu, Senin (13/7/2015).

Menurut dia, dengan kesiapsiagaan aparat kepolisian yang di tempatkan di setiap titik rawan ini setidaknya kemacetan dan kecelakaan di jalur Bojonegoro – Padangan dapat ditekan.

Noer Kholis meprediksi, dari sejumlah titik rawan itu, ada dua titik yang harus segera diantisipasi. Yakni, di perempatan Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, dan pertigaan Ringgin kembar arah menuju Kecamata Malo.

“Terutama di perempatan Calangap. Di situ arus lalu lintas padat karena selain warga dari perantauan mudik, juga jalur tenaga kerja proyek minyak Banyuurip. Jadi harus segera diantisipasi,” saran Noer Kholis.

“Apalagi Traffic Light Clangap sudah lama mati dan belum diperbaiki. Sehingga rawan terjadi kecelakaan,” lajut dia.

Baca Juga :   Persela U21 Bertolak Ke Bangkalan

Senada disampaikan, Abdul Aziz, warga Desa Purwosari. Dia menjelaskan, hingga saat ini arus Lalin masih lancar dan terkendali.

“Biasanya mulai pertigaan Tobo hingga Pasar Purwosari sering macet. Tapi sementara Alhamdulillah sampai hari ini kondisinya lancar,” sambung Aziz.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *