SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur mendatangi kantor Yayasan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tuban, Senin (13/07/2015).
PPLP-PT yang berkantor di Jalan Manunggal nomor: 63 A Tuban, dan tidak jauh dari kampus Unirow ini, tampak penuh dengan mahasiswa. Mereka meminta adanya hearing terkait permasalahan penonaktifan kampus oleh Kemenriset dan Dirjen Dikti.
Kepada pengurus yayasan, para mahasiswa menyerahkan nota tuntutan berisi permintaan agar Rektor Unirow, Hadi Tugur, dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan tugas. Kemudian meminta kepada yayasan untuk berusaha menonaktifkan status Kampus Unirow, dan segera menggelar audiensi akbar yang melibatkan mahasiswa, Rektorat, Kopertis, dan Dikti sebelum tanggal 31 Juli 2015.
“Kami sudah memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, dan meminta kepada yayasan untuk juga memenuhi kewajibannya dengan memberikan jaminan kuliah dan ijazah yang sesuai dengan ketentuan,†kata salah satu perwakilan mahasiswa, Nibrosu Rohid, usai menggelar hearing.
Selain yang ada di nota tuntutan, mahasiswa meminta kepada pengurus yayasan untuk melakukan rekrutmen dosen. Supaya rasio perbandingan antara dosen dan mahasiswa seimbang.
“Kita minta supaya yayasan turun tangan supaya kampus Unirow bisa kembali aktif,†lanjutnya.
Ketua PPLT-PT PGRI Tuban, Totok Supijanto, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau jabatan Rektor Unirow sekarang tinggal dua bulan. Jadi, menurut Totok, mencopot Rektor Unirow saat ini tidak bisa menyelesaikan masalah.
Selanjutnya yayasan berjanji akan melakukan klarifikasi kepada Rektorat Uniorow Tuban. Serta untuk permintaan audiensi akbar, yayasan berjanji akan segera mengusahakan dengan mendatangkan rektorat, Kopertis, DIKTI, dan seluruh mahasiswa Unirow.
“Kami akan melakukan komunikasi lagi dengan Kopertis terkait tindakan yang akan kami ambil selanjutnya,†tandasnya. (edp)