SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pasca rampungnya proyek engineering procurement and construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu, dipastikan bakal memunculkan dampak sosial sangat besar di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satunya membludaknya pengangguran di desa -desa sekitar akibat pengurangan tenaga kerja (Naker) secara besar-besaran.
“Karena itu diharapkan dinas terkait untuk bersama-sama segera mencarikan terobosan sebagai solusi mengantisipasi gejolak warga nanti,” saran Kepala Desa Gayam, Winto kepada suarabanyuurip.com di balai desa setempat seusai menerima bantuan beras untuk warga dari operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), Selasa (14/7/2015).
Dia mengungkapkan, selain naker unskill yang sudah dilakukan pengurangan beberapa waktu lalu, dikabarkan tenaga security juga akan dirampingkan.
“Informasinya ada 100 lebih security sekaligus drivernya, dan Wosman akan disurplus. Ini baru glombang pertama. Terus bagaimana jika nanti gelombang kedua dan seterusnya. Pasti pengangguran akan semakin membludak lagi jika tidak segera diantisipasi,” tuturnya.
Menurut dia, untuk mengantisipasi masalah tersebut bukan hanya tanggungjawab pemerintah desa. Tetapi juga perusahaan maupun Pemkab Bojonegoro.
“Informasinya untuk warga Gayam yang terkena pengurungan sejumlah 9 orang. Tapi siapa-siapanya saya belum tahu, dan pengurangan ini benar tidaknya saya juga belum tahu persis karena masih sebatas informasi. Kita tunggu saja kebenarannya,” imbuh Kades ring satu Banyuurip ini. (sam)