SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyebut harga gas dari Lapangan unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan ditetapkan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah tahun 2015 ini.
“Harga akan ditetapkan setelah lebaran ini,” kata Sudirman disela kunjungannya di Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan, saat ini harga gas J-TB masih belum ditentukan. Pemerintah sendiri masih melakukan negoisasi. Meski demikian, untuk pembeli gas sudah diketahui.
Menurut Sudirman, gas dari Lapangan J-TB akan disuplai untuk kebutuhan pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam rangka penyediaan tenaga listrik 35.000 MW. Selain itu juga kebutuhan perusahaan pupuk.
“Dijual untuk kebutuhan listrik dan pupuk. Sekarang negosiasi harga juga masih jalan terus,” ujarnya.
Sudirman menyatakan pemerintah sampai saat ini sedang memfasilitasi penetapan harga jual gas tersebut. Untuk progres proyek, lanjut menteri, saat ini masih tahap Front End Engineering Design (FEED).
Data suarabanyuurip harga gas di Lapangan unitisasi sebesar US $ 8 MMSCFD. Sedangkan calon pembeli dikabarkan masih melakukan penawaran US$ 7 MMSCFD. Lapangan Unitisasi J-TB sendiri diproyeksikan dapat memproduksi 180 MMSCFD pada 2018 mendatang. Dari jumlah itu, Pertamina telah mendapatkan alokasi gas sebesar 100 MMSCFD.(roz)