SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyoal warga negara asing (WNA) yang terlibat di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu. Karena para ekspatriat itu belum melaporkan keberadaannya di Disnakertransos.
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono, mengungkapkan, ada 219 tenaga kerja asing yang belum melaporkan ke Disnakertransos. Karena itu bukan tidak mungkin para WNA terkena deportasi.
“Para WNA itu bekerja di enam perusahaan yang bekerja di proyek EPC-1,” ungkap Adie belum lama ini.Â
Adie menyebut, keenam perusahaan itu adalah PT Samsung Engeneering sebanyak 39 orang, PT Air Energy Indonesia ada 67 orang, PT Karya Sejahtera Pratama sebanyak 38 orang, PT EJJV Konsultasi Indonesia sebanyak 5 orang, PT Baiturahmat Jaya sebanyak 10 orang, dan PT Duri Bumi konstruksi sebanyak 60 orang.
Adie mengungkapkan para perusahaan hanya mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Menurutnya, meski memiliki izin namun jika tidak melaporkan maka dinyatakan melanggar aturan pemerintah.
Terlebih belum lama ini, pihak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menerbitkan surat pemberitahuan kepada Disnakertransos. Dalam surat itu menyebutkan, bahwa tenaga kerja asing yang tidak melapor telah melanggar ayat 1 dan 2 pasal 49 Permenaker nomor 12 tahun 2013 tentang tatacara penggunaan TKA.
“Dalam surat itu memerintahkan supaya menejemen perusahaan melaporkan tenaga kerja asingnya ke disnakertransos Bojonegoro, jika tidak, maka pihak perusahaan diperintahkan supaya tidak mempekerjakan dan mengeluarkan tenaga kerja itu dari lokasi kerja,†terang Adie.
Menurut Adie, perlunya tenaga kerja asing memberitahukan kerja di Bojonegoro adalah yang pertama, guna mengantisipasi kecelakaan kerja seperti beberapa waktu lalu yang menimpa warga Filipina. Kedua, Adie ingin adanya transformasi pengetahuan teknologi, caranya tenaga kerja asing didampingi tenaga kerja lokal.
“Perlu juga mengantisipasi dampak sosial dan keamanan di sekitar lokasi tenaga kerja asing ini bermukim,†tuturnya.(roz)