SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Berbeda dengan Mojodelik, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak mempermasalahkan jumlah beras bantuan yang diberikan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).
Beras itu merupakan kompensasi atas dampak adanya penambahan volume flaring (pembakaran gas) di tapak sumur B dan C Lapangan Banyuurip. Masing-masing kepala keluarga mendapat jumlah beras bervariatif antara 5 kilo gram (Kg) hingga 10 Kg, tergantung jarak dari flaring.
Hariyono, warga Desa Gayam, mengungkapkan, hingga saat ini warga Gayam tidak ada yang mempermasalahkan beras bentuan dari EMCL. Karena semua masyarakat telah menerima apa bantuan tersebut.
“Secara umum kelihatannya warga sini tenang-tenang saja, dan secara pribadi saya juga tetap menerima dan tidak mempermasalahkannya,” kata Hariyono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (22/7/2015).
Warga yang berdomisili di Dusun Kaliglonggong tersebut mengaku, tidak mempersoalkan jika nanti besaran bantuan yang diberikan akan ditingkatkan. Artinya, lebih banyak dari yang diberikan kemarin yakni sejumlah 10 Kg.
“Ya lebih bagus lah kalau bantaunnya beras ditambah. Semisal dari 10 kg menjadi 20 kg per KK atau bahkan lebih lagi,†ucap Hariyono.
“Saya mendapatkan 5 Kg dan tetap tak terima saja berapapun bantuan yang diberikan,” sambung Sujud, warga Gayam lainnya. (sam)