BLH Belum Terima Laporan Evaluasi Flaring

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) hingga kini belum memberikan laporan terkait kegiatan flaring 23 MMSCFD (Million Standart Cubic Feet per Day).

Kepala BLH Bojonegoro, Tedjo Sukmono, mengatakan, telah meminta laporan evaluasi flaring 23 MMSCFD baik itu terkait pengukuran setiap harinya, kualitas kebisingan, kualitas udara dan suhu, bau, berapa kapasitas H2S yang terkandung.

“Hasil laporannya harus dari tim independen,” tegas Tedjo kepada Suarabanyuurip.com usai melakukan rapat dengar pendapat dengan DPRD setempat, Kamis (23/7/2015).

Dia mengatakan, pada beberapa minggu yang lalu telah mengetahui adanya penghentian flaring oleh EMCL. Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan.

“Kalau flarenya mati berarti tidak produksi,” lanjutnya.

Namun, lanjut Tedjo, akibat matinya flaring itu dipastikan mengeluarkan bau. Ibaratnya seperti kompor minyak yang meninggalkan bau jika dimatikan.

“Bau itu biasanya ada kandungan H2S juga gas metan. Tapi untuk di Blok Cepu perlu melakukan uji kualitas dulu,” tandasnya.

Baca Juga :   SKK Migas Jabanusa Akan Cek Rencana Pemanfaatan GDK

Sementara itu, Public and Government Affair Manager EMCL, Rexy Mawardijaya belum memberikan konfirmasinya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *