SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Cepu, Kabupatan Blora, Jawa Tengah, menambah kapasitas daya trafo gardu induk di wilayahnya.  Penambahan ini untuk mengantisipasi membludaknya permohonan pemasangan baru seiring bertambahnya jumlah penduduk dan rumah baru di wilayah setempat, serta menjaga kestabilan pengaliran tenaga listrik pada pelanggan.
Manajer PLN Rayon Cepu, David Ronaldo, menjelaskan, dua travo sebelumnya hanya barkapasitas 20 Mega Volt Ampere (MVA) dan 30 MVA. Renacanya satu trafo dengan kapasitas daya 60 MVA akan menggantikan trafo kapasitas 20 MVA tersebut.
Menurutnya, penambahan kapasitas daya tersebut telah melalui kajian mendalam. Sehingga, pihaknya yakin hal itu merupakan langkah tepat untuk dilaksanakan. “Untuk kebaikan konsumen juga agar saluran tenaga listrik tetap stabil,” tegas David.
Dia menjelaskan, travo berkapasitas 60 MVA tersebut rencananya difungsikan untuk mengganti travo dengan kapasitas 20 MVA. Hal itu disebabkan, travo yang berukuran 20 MVA tersebut sudah terlalu lama dan saatnya diganti. Travo 60 MVA tersebut untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasang baru dari masyarakat.
Menurutnya, wilayah  Cepu saat ini merupakan kota berkembang dengan jumlah masyarakat yang semakin hari semakin banyak. Selain itu, banyaknya hotel baru yang ada di  Cepu juga sangat mempengaruhi terserapnya tenaga listrik dari gardu induk Cepu.
“Karena itu kita tambah daya di gardu induk,†tandas David.
Sejauh ini, lanjut dia, travo 60 MVA tersebut masih belum berfungsi dan dalam status standby. Belum difungsikannya trafo itu lantaran masih menunggu proses energize dari unit Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3BJB) atau unit PLN yang khusus mengoperasikan tower tranmisi hingga ke tiap gardu induk.
Untuk diketahui, gardu induk Cepu melayani 7 Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Blora. Ke tujuh kecamatan tersebut meliputi Cepu, Sambong, Jiken, Kedungtuban, Randublatung, Jati dan Kradenan. (ams)