Pendidakan Migas Belum Jadi Pilihan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak mengagendakan sekenario khusus untuk desa di ring 1 proyek Migas (Minyak dan Gas). Semua program pendidikan dibiarkan berjalan dan berkembang seperti biasa.

Sehingga berkembangnya proyek migas tidak didukung dengan perkembangan Sumber Daya Manunusia (SDM) desa sekitar proyek yang notebene banyak yang menghendaki ikut terlibat pada proyek tersebut.

Seperti halnya di sekitar Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, yang terdapat proyek pengembangan gas jawa (PPGJ). Pada proyek itu, masih didominasi tenaga skill (terampil) dari luar daerah. Sedangkan warga sekitar hanya menjadi tenaga kasar atau unskill.

Menurut Kasubbag Program Dinas Pendikan Pemuda dan Olahraga Blora, Yusuf Fitri, tidak ada program pendidikan khusus apapun untuk desa-desa ring 1 migas. 

“Tidak ada sekenario khusus untuk pengembangan pendidikan sekitar proyek migas. Semua dibiarkan berkembang dan berjalan seperti biasa,” kata dia.

Dalam pendidikan menengah, lanjut dia, pemerintah juga belum mempunyai rencana untuk menambah sekolah dengan jurusan Migas di daerah ring  satu migas.

Baca Juga :   Praktisi Hukum Unigoro Sebut Pernikahan Dini Akibat Kesalahan Konstruksi Sosial Masyarakat

“Saat ini masih mengandalkan di SMK Migas Cepu, dan belum ada rencana untuk mendirikan sekolah baru dengan jurusan baru (Migas),” ujarnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *