38 Desa di Lamongan Berpotensi Kekeringan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur, memprediksi ada 38 desa di 10 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

38 desa tersebut di antaranya Desa Sendangrejo, Kebet, Kramat dan Rancangkencono di Kecamatan Lamongan. Kemudian Desa Dinoyo di Kecamatan Deket, Desa Jotosanur, Pangumbulan Aji dan Wonokromo di Kecamatan Tikung serta Desa Canggah, Tambak Menjangan dan Sarirejo masuk Kecamatan Sarirejo.

Sedangkan di Kecamatan Kembangbahu di antaranya Desa Kaliwates, Maor, Puter, Kedungasri, Randu Bener, dan Kembangbahu. Di Kecamatan Kedungpring ada Desa Banjarejo, Mojodadi, Sukomalo dan Blawirejo. Untuk mengantisipasi bencana tahunan tersebut BPBD Lamongan telah menyiapkan dua unit armada untuk menyalurkan air bersih secara gratis.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto dikonfirmasi melalui Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo, mengatakan, analisa wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan itu berdasar data kekeringan dua tahun lalu.

“Data itu masih relevan. Tapi akan terus diupdate berdasar kejadian terbaru,” ujar dia kepada suarabanyuurip, Senin (27/7/2015).

Baca Juga :   Tempat Hiburan Malam Ludes Terbakar

Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, dia menyebut, BPBD sudah menyiapkan dua unit armada pengangkut air. Setiap kendaraan tersebut memiliki kapasitas hingga 6 ribu liter.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih, kata Sugeng, bisa mengirimkan surat yang ditandatangani kepala desa (Kades) dengan mengetahui Camat setempat. Surat tersebut agar ditujukan kepada Bupati Lamongan dengan tembusan kepada BPBD.

“Permintaan bantuan air bersih di luar 38 desa tersebut tetap akan dilayani. Asal ada surat permintaan dari desa bersangkutan,” imbuh dia.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *