SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Baru sekitar dua tahun dibangun gedung Poliklinik Desa (Polindes) di Desa Siman, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timure kondisinya sudah rusak parah.
Pusat kesehatan desa ini dibangun di tanah desa pada bulan November 2012. Keberadaannya membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan murah.
Polindes Siman dijaga tenaga medis Bidan Desa, Wuri Kurnia. Sejak rusak parah bidan cantik ini dua bulan terakhir tidak berani menempatinya.
“Sejak Juni lalu Bu Bidan tidak lagi menempati Polindes, karena takut bangunannya roboh. Ini juga membahayakan keselamatan warga yang berobat,” kata Kades Siman, Mujaidi, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (27/7/2015).
Mujaidi sangat menyayangkan tidak berfungsinya Polindes tersebut. Dia tidak tahu kapan tepatnya pembangunan polindes karena dirinya menjabat baru sekitar satu tahun.
“Kata Bu Bidan, Polindes dibangun kontraktual dari APBD 2012 dengan anggaran sekitar Rp80 juta,” jelas Mujaidi.
Dari luar bangunan polindes terlihat kokoh dan megah, namun bila masuk ke dalam terlihat jelas hampir semua dinding dalam bangunan rengkah, dan retak-retak. Saat Mujaidi memukul-mukul dinding, lapisan dinding langsung berjatuhan mrotoli.Â
“Dipukul sedikit saja sudah mrotoli, ini menunjukan bangunan ini kurang semen saat dibangun,” papar Mujaidi.
Bangunan Polindes juga tidak lagi terkunci karena engsel pintu juga rusak parah. Di dalamnya terdiri dari dua kamar pasien, dan satu kamar mandi hanya terdapat satu tempat tidur. Tampak timbangan dengan kondisi kotor tak terurus.
Bidan Wuri Kurnia belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi kerumahnya dalam kondisi tertutup rapat. (tok)