Disperta Nilai Gayam Bukan Wilayah Kekeringan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan, wilayah pertanian di desa Ring 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, bukan termasuk wilayah yang rawan kekeringan.

Sekretaris Disperta Bojonegoro, Bambang Sutopo, mengatakan, wilayah pertanian di Kecamatan Gayam masih bisa ditanami meskipun memasuki musim kemarau seperti saat ini.

“Karena di sekitar sana, warga memiliki sumur pompa yang mengeluarkan sumber air setiap tahunnya,” tukas Bambang kepada Suarabanyuurip saat ditemui dikantornya, Rabu (29/7/2015).

Pihaknya mengungkapkan, seharusnya para petani menerapkan pola tanam padi supaya memutus mata rantai hama penyakit. Namun, kenyataannya banyak petani yang tidak mengindahkan himbauan tersebut.

“Pola tanam yang tepat itu ya padi-padi-palawija,” tandasnya.

Dia menyatakan, banyak petani di Desa Gayam, Mojodelik, maupun Bonorejo yang masih menanam padi meskipun memasuki musim kemarau. Ada juga yang mulai menanam jagung meski sebagian, dan sebagian lagi dibiarkan bero.

“Tapi untuk pengairan disana cukup lancar,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan, untuk musim kemarau tahun ini seluas 1.906 hektar lahan pertanian terancam puso. Namun, ancaman tersebut tidak terbukti karena petani mampu memanen padi meski hasil produksinya tidak maksimal seperti di musim penghujan.

Baca Juga :   Seorang Bapak Bakar Anak Sendiri

“Untuk kemarau tahun ini petani hanya mampu memanen sebesar 5.766 ton per hektar, menurun dari musim penghujan yang mampu 7,48 tom per hektar,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *