SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Aksi massa ribuan pekerja proyek Engeenering Procurement and Contruction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu mengakibatkan perusahaan mematikan flaring. Langkah itu untuk mencegah aksi massa merembet ke lokasi flaring yang ada di wilayah Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.
Fasilitas pembakaran gas buang ini sangat fital, untuk produksi ladang minyak Banyuurip. Jika fasilitas ini sampai rusak, bisa jadi mengakibatkan kerusakan lebih parah lagi.
“Flare sudah dimatikan, sepertinya untuk mengantisipasi meluasnya amuk pekerja,†kata sejumlah pekerja proyek EPC-1 Banyuurip saat ditemui di lokasi kejadian. (sam)