SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora-Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting menargetkan 30 juta barel minyak mentah dari sumur Wonopotro-1, Blok Randugunting di Desa Plantungan, Kecamatan Blora Jawa Tengah.  Hal itu diungkapkan perwakilan Direksi PHE Randugunting, Darwin, di sela-sela pembukaan tanjak pertama sumur, Sabtu (1/8/2015).
Menurut Darwin, target itu dianggap realistis dengan potensi cadangan minyak yang ada di Kabupaten Blora. Dari data yang dimilikinya, estimasi produksi akan mencapai 30 juta barel. “Dan itu bisa terus berkembang,†tegas dia.
Namun demikian, pihaknya tidak bisa menyebutkan secara pasti kapan target tersebut dapat terpenuhi. “Kita akan telilti dulu, karena sumur Wonopotro-1 ini adalah titik awal untuk dilakukan eksplorasi,†ujarnya.
Jika nanti telah berhasil dalam eksplorasi, lanjut Darwin, akan dilakukan tes untuk menentukan jumlah sumuryang diperlukan untuk memenuhi target 30 juta barel. Pasalnya, untuk mencapai terget itu harus ditopang dari beberapa sumur.Â
“Kalau masih kurang akan kita bor lagi untuk dieksplorasi. Dengan estimasi, dari satu titik sumur memproduksi 400 sampai 500 barel perhari,†katanya, menerangkan.
Dari keterangannya, ada beberapa blok lain yang saat ini siap untuk dilakukan pengeboran sebagai penopang terpenuhinya produksi 30 juta barel. “Rancana besar kami adalah melakukan pengeboran di lokasi lain. Masih ada blok yang siap kita bor,†tandasnya.
Darwin menjelaskan, PHE Randugunting saat ini masih mengikuti tahapan-tahan ekplorasi, sehingga waktu pencapaian produksi belum bisa dipastikan. Namun dia memastikan, sebelum pertengahan tahun 2017 sudah onstream.
“Kita masih mengikuti tahapan-tahapan. Yang jelas, sebelum pertengahan tahun 2017 sudah bisa berproduksi,†kata dia, mengungkapkan.
Keberhasilan Proyek Randugunting di Blora diharapkan mampu menjadi penyangga ketahanan dan kedaulatan energi. “Meskipun saat ini harga minyak turun separuh lebih, karena itu adalah komitmen Pertamina dalam rangka memperoleh ketahanan energi,†tandas Darwin. (ams)