SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Penanganan paska insiden amuk massa di area kerja proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditargetkan akan terselesaikan dalam waktu dua minggu kedepan.
“Kita harapkan begitu, karena proyek ini sangat penting bagi negara,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto usai melakukan pertemuan penanganan kerusuhan proyek Banyuurip di rumah dinas bupati, Senin (3/8/2015).
Menurutnya, prioritas utama paska insiden tersebut adalah kembali stabilnya produksi di Lapangan Banyuurip. Sebab, lanjut dia, kebutuhan lifting 1 juta barel minyak nasional sekitar 20 – 25 persen tergantung dari Bojonegoro. Bupati menambahkan saat ini produksi juga sudah kembali stabil dikisaran 80 ribu barel.
“Kemarin sudah kembali normal. Tidak sampai 24 jam produksi kembali berjalan,”kata Suyoto.
Selain itu, lanjut Suyoto, para pekerja di EPC-5 juga sudah kembali beraktivitas. Namun untuk pekerja di EPC-1 masih menunggu dalam dua minggu kedepan.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, mengatakan, keamanan sementara ini di tangani oleh Polres Bojonegoro dengan dibantu Dirpam Obvit Polda Jatim. Hendri menyatakan, kondisi di lapangan sudah kondusif. Namun begitu pihaknya tetap memerintahkan anggotanya tetap bersiaga.
“Intelijen tetap kita siagakan. Begitu pula dengan kegiatan patroli,” tuturnya. (roz)