Berikut Penyebab Turnnya Lifting Minyak Bojonegoro

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, Jawa Timur,  mendapat penjelasan dari masing-masing Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tentang faktor penurunan produksi yang berpengaruh pada lifting kali ini.

Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengungkapkan, sesuai laporan yang dia terima, justifikasi prognosa realisasi yang diberikan pihak KKKS untuk JOB-PPEJ adanya penurunan produksi Lapangan Sukowati diakibatkan naiknya kadar air di sumur-sumur existing dikarenakan channeling dan mundurnya produksi hasil pemboran Sukowati-33.

Sementara alasan dari ExxonMobil Cepu Limited, menurut Agus, adalah dari produksi yang direncanakan pada Triwulan II 2015 sebesar 9.092,32 MBBLS hanya terrealisasi (actual) 5.419,46 MBBLS. Hal itu dikarenakan pembangunan pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility/CPF)  minyak tertunda dan diestimasikan akan beroperasi pada September 2015.

“Sehingga lifting pada Triwulan II 2015 hanya berasal dari fasilitas EPF, EOE (Early Oil Expansion) dan WPB Early Oil,” tandasnya.

 “Sedangkan peningkatan lifting Triwulan II dibanding Triwulan I 2015 dikarenakan lifting dari FSO Gagak Rimang Banyu Urip,” lanjutnya.

Baca Juga :   Libur Natal Produksi Migas Bojonegoro Tetap Jalan

Sedangkan terkait fluktuasi produksi baik dari lapangan Cepu maupun Tiung Biru, tambah Agus, tidak ada penjelasan dari pihak Pertamina EP. Padahal jika dicermati fluktuasi produksi Bulan Maret, April dan Mei dari lapangan tersebut sangat tajam fluktuasinya.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *