Beruburu Akik di Goa Pertapaan Airlangga

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Selain memiliki keindahan berupa stalaktit dan stalakmit, di dalam goa yang baru ditemukan di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng,Kabupaten Lamongan,Timur, bebatuan di dalam goa ternyata juga mengandung batu akik.

Para pengunjung yang banyak berdatangan ke goa yang baru ditemukan sekitar dua bulan lalu itu bisa jadi tidak hanya memenuhi rasa penasaran melihat keindahan goa, namun juga melepaskan hasrat berburu batu akik.

Batu akik tersebut terlihat nyata menempel di setiap dinding goa yang konon menjadi tempat Raja Airlangga di masa kerajaan Kahuripan. Jika tertimpa terik sang surya permukaan batu goa terlihat berpendar indah oleh kilau batuan akik.

Pertama kali orang yang menemukan batu akik tersebut adalah Sidikiyah sang penemu goa.”Awalnya saya tertarik melihat gumpalan batu goa yang permukaanya terlihat putih berpendar. Saat saya pegang terasa dingin seperti salju,” kata Sidik kepada suarabanyurip.com,Selasa (4/8/2015)

Batu penemuanya tersebut kemudian dibawa keseorang pemoles akik. Setelah dipoles batu tersebut terlihat berkilau. Putih seperti salju dengan serat-serat tipis berwarna-warni.

Baca Juga :   Bupati Wahono Harapkan ASN Lebih Fokus Beri Pelayanan Publik Terbaik

“Kata orang yang paham akik, batu-batuan di dalam goa mengandung akik bernama Pasir Bumi dan Salju Air,” ucap Sidikiyah, mengungkapkan.

Batu akik tersebut diperkirakan berusia ribuan tahun. Hal itu bisa dibuktikan dengan tingkat kekerasan batu. “Saat digesek dengan sesama batu akan keluar percik api. Mungkin orang-orang jaman dahulu menggunakan batu tersebut untuk membuat api,” ucap Sidikiyah.

Namun bagi pemburu akik tidak bisa sembarangan mengambil begitu saja batu yang melekat di dinding goa. Dipercaya penunggu goa akan marah jika dinding goa diusik begitu saja.

“Percaya atau tidak, beberapa pengunjung yang mengambil batu dengan cara mencungkil dinding goa sampai rumah langsung sakit atau kesurupan,” kata Sidikiyah dengan mimik serius.

Anehnya lagi, begitu batu goa dikembalikan ketempat asalnya, orang yang sakit atau kesurupan langsung sembuh. Karena berbagai pengalaman mistis tersebut, lanjut Sidikiyah, tidak ada pengunjung yang berani serampangan mengambil bebatuan di dinding atau di lokaso dalam goa.

“Mereka yang berniat mencari batu akik biasanya mengambil batu-batu dari bekas galian goa yang ditempatkan didepan goa,” papar Sidikiyah.

Baca Juga :   Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR 10,5 Juta ASN

Sejak awal menemukan goa Sidikah dan beberapa warga memang terus melakukan penggalian di dalam goa. Batu-batu hasil galian kemudian diangkut dan diletakan didepan goa.

Batu-batu tersebut kemudian diambil oleh para penggila akik. Siapun bebas mengambil karena Sidikiyah tidak pernah berniat menjual atau mengambil keuntungan dari gundukan batu alam tersebut.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *