SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, pelaku kerusuhan yang terjadi di area kerja proyek Engineering Procurement and Contruction (EPC-1) Banyuurip yang dikerjakan konsorsium PT Tripatra-Samsung sudah teridentifikasi.
“Kita sudah menemukan pelaku yang melakukan kerusuhan. Tinggal mengidentidikasi identitas nama pelaku saja,” ujarnya dihadapan komisi VII DOR RI saat berkunjung di Rumah Dinas Bupati, Suyoto, Rabu (5/8/2015).
Saat ini, penyelidikan akan dilanjutkan kembali untuk mengidentifikasi pelaku. Dalam penyelidikannya, Penyidik Polres Bojonegoro sudah memeriksa sebanyak 28 orang saksi dan memeriksa hasil rekaman CCTV di lokasi.
“Proses hukum terus berlangsung,” tandasnya.
Paska kerusuhan proses pengamanan diambil alih oleh Polres dan Dirpam Obvit. Kapolres menuturkan, sistem pengamanan akan dilakukan selama 24 jam. Baik pengamanan tertutup maupun terbuka hingga 15 Agustus kedepan. Dalam pengamanan itu pihaknya melibatkan 300 personil. Personil akan ditempatkan dalam pengamanan orang, seperti pekerja, masyarakat sekitar, dan aset perusahaan.
“Intelijen kita kerahkan untuk menggali kebenaran informasi isu-isu yang berkembang,” imbuhnya.(roz)