SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aksi mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, dan berujung pada penyegelan kantor Rektorat awalnya hanya diikuti puluhan mahasiswa. Setelah mereka melakukan orasi, membentangkan spanduk, dan berkeliling di dalam kampus, akhirnya banyak mahasiswa yang ikut bergabung mendukung gerakan demonstrasi.
“Setelah melihat mereka demo untuk perbaikan kampus, saya jadi ikut tergerak untuk bergabung,†kata Nisa (20), salah satu mahasiswa Unirow kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (06/08/2015).
Tak pelak, aksi yang awalnya hanya sedikit, berubah menjadi ratusan mahasiswa yang bergabung. Mereka menuntut supaya yayasan ataupun Rektor UNIROW segera menyelesaikan permasalahan kampus mereka dalam waktu dekat. Diantaranya permasalahan nonaktif Unirow, dan permasalahan lain seperti dugaan ijazah alumni mereka tidak laku di dunia kerja.
“Kita ingin ada perbaikan dan kita ingin ada perubahan,†kata salah satu mahasiswa, Naha, ketika melakukan orasi.
Aksi semakin menarik massa mahasiswa lebih besar, ketika mereka sudah berada di halaman depan kampus. Disini mereka menurunkan bendera merah putih setengah tiang dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai simbol Civitas Akademika di Unirow tengah berduka.
“Ini sebagai simbol kalau kampus kita tengah berduka, karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,†teriak Naha.
Mereka menuntut supaya Rektor Unirow, Hadi Tugur, dan perwakilan Senat Perguruan Tinggi datang, dan menemui mahasiswa. Tetapi, sampai berita ini ditulis belum ada satupun perwakilan mereka datang, dan menemui mahasiswa. (edp)