SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan jumlah tenaga kerja di proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC)-1 Lapangan Banyuurip masih sekira 8000 orang.
“Sekarang masih 8000 an lah,” kata Kepala Disnakertransos, Adie Wicaksono kepada suarabanyuurip.
Adi mengaku, saat ini belum menerima pelaporan terkait jumlah tenaga kerja yang menyatakan mengundurkan diri atau pengurangan tenaga kerja paska insiden amuk massa yang terjadi di area proyek EPC-1 Banyuurip, Sabtu (1/8/2015) pekan lalu.
“Belum tahu bagaimana kelanjutannya. Jumlahnya sekitar itu tadi. Kami ada catatannya,” ujarnya.
Terkait adanya posko pengaduan di Kecamatan Gayam, Adi menyatakan belum tahu apakah nantinya juga akan ada aduan mengenai tenaga kerja. Pihaknya akan menunggu hasil koordinasi yang diagendakan Pemkab Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, menyatakan paska insiden amuk massa, Pemkab Bojonegoro bersama Tim Optimalisasi Kandungan Lokal akan kembali menggelar rapat koordinasi satu minggu sekali. (roz)