Ringintunggal Gelar Sedekah Bumi

SuaraBanyuurip.comWinarto

Bojonegoro – Sedekah bumi ( manganan ) masih menjadi budaya yang sakaral bagi warga sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu. Terbukti, budaya itu masih dilakukan warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (7/8/2015).

Sedekah bumi di desa ini dilakukan  di Sendang Kempit pada Jum’at Pon. Dengan pagelaran wayang kulit.

Dari pantauan, warga berbondong-bondong menuju Sedang Kempit sehabis Shalat Jum’at. Mereka membawa tumpeng dan jajanan pasar di kumpulkan satu tempat. Selanjutnya sesepuh desa membacakan do’a – do’a dan kemudian tumpeng dan jajanan dibagikan untuk dimakan bersama.

“Ini adalah wujud rasa syukur kami atas karunia hasil bumi yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Erik setiawan warga setempat

Sedekah Bumi di Desa Ringgintunggal ini diselenggarakan setahun sekali. Perangkat dan warga tidak berani meninggalkan adat istiadat yang telah menjadi warisan leluhur. “Kalau tidak dilaksanakan pasti ada pagebluk,” tegas Erik.

Dia menceritakan, pernah pada pelaksanaan Sedekah Bumi  di Desa Ringgintunggal hiburan Wayang Kulit diganti dengan hiburan lainya, namun terjadi hal – hal negatif. “Selain itu pernah juga tidak dilaksanakan sedekah bumi, kenyataan bayak tanaman warga yang gagal panen,” ujar Erik, mengungkapkan.

Baca Juga :   Kedewan Geopark Trip Bikin Wisatawan Betah di Bojonegoro

Kepala Desa Ringintunggal, Pandil, menyampaikan, dengan adanya sedekah bumi ini secara tidak langsung memupuk rasa kekeluargaan antar sesama warga.

“Bisa dilihat kan mas, warga berbaur, tampak rukun dan guyub,” sambung kades yang menjabat periode dua tersebut.

“Kami bersama perangkat desa dan warga akan terus melestarikan budaya warisan leluhur ini karena mereka yang telah babat desa,” pungkas Pandil.(win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *