SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozay
Bojonegoro- Tenaga kerja untuk proyek unitisasi Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) belum sepenuhnya siap. Padahal proyek ini disebut – sebut menjadi salah satu solusi pengurangan tenaga kerja seiring akan rampungnya proyek konstruksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnkertransos) Bojonegoro, Jawa Timur, Adie Witjaksono, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pelaporan data terkait kebutuhan dan jumlah pekerja untuk proyek JTB.
“Masih belum ada laporan ke kami,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Namun demikian, Adie memahami jika proyek JTB akan menjadi bagian penting dari proses transformasi tenaga kerja dari proyek Banyuurip. Hanya saja, sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan pihak Pertamina EP Cepu (PEPC), operator Unitisasi JTB terkait masalah ketenagakerjaan.
“Nyatanya sampai sekarang belum ada,” ucapnya.
Seharusnya, lanjut dia, masalah tersebut sudah mulai dibahas untuk menyiapkan tenaga kerja di proyek JTB. “Seharusnya seperti itu,” imbuh Adie.
Seperti diketahui belakangan Pemkab Bojonegoro mendesak agar proyek unitisasi JTB segera dimulai. Bupati Bojonegoro, Suyoto menyampaikan setidaknya dalam kurun waktu tiga tahun kedepan adanya proyek JTB kembali membuka peluang kerja baru. (roz)